Maya Wiyai: 1 Suara UMKM Papua Tengah yang Menyentuh Hati

By BusurNabire.id
Sabtu, 26 Juli 2025 03:12 WIB | 595 Views
Maya Wiyai: Suara UMKM Papua Tengah yang Menyentuh Hati (Foto: Busur Nabire)

NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire | Di balik gegap gempita perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-3 Provinsi Papua Tengah yang digelar di Bandara Lama Nabire pada 25–26 Juli 2025, ada kisah menyentuh dari seorang perempuan tangguh bernama Maya Wiyai, pelaku UMKM yang terus berjuang memperkenalkan cita rasa kuliner lokal lewat usaha kecilnya, Dapoer MJ.

Maya bukan sekadar berjualan makanan. Ia menjual harapan, identitas, dan semangat juang. Dalam momen HUT ini, ia bersyukur bisa ikut serta dan memanfaatkan ruang yang disediakan pemerintah.

“Acara seperti ini adalah berkah. Kami, UMKM lokal, khususnya OAP (Orang Asli Papua), mendapat banyak kesempatan untuk tumbuh dan menghasilkan pendapatan,” ujar Maya Wiyai dengan mata berkaca-kaca.

Maya Wiyai: Suara UMKM Papua Tengah yang Menyentuh Hati (Foto: Busur Nabire)

Selama dua hari perayaan, Maya berhasil meraih omzet hingga Rp1 juta—jumlah yang jauh melebihi modal awalnya. Namun lebih dari sekadar keuntungan materi, ia merasa bangga karena masyarakat mulai mengenal kembali kuliner khas Papua yang hampir punah.

“Kami mulai mengangkat kembali makanan-makanan seperti keladi tumbuk, betatas, jagung, dan kacang rebus yang kini mulai ditinggalkan,” jelasnya.

Tak hanya berjualan makanan, Maya mengaku kini mulai belajar mengemas produk dengan lebih baik. Dari yang dulunya dijual begitu saja, kini ia menyajikannya dalam paket menarik, lengkap dengan sambal dan minuman tradisional dari serai dan jahe.

“Kami belajar banyak. Bahwa dari sesuatu yang sederhana, bisa jadi produk yang bernilai tinggi bila dikemas dengan cinta,” tuturnya.

Maya Wiyai, pelaku UMKM yang terus berjuang memperkenalkan cita rasa kuliner lokal lewat usaha kecilnya, Dapoer MJ (Foto: BusurNabire)
Maya Wiyai, pelaku UMKM yang terus berjuang memperkenalkan cita rasa kuliner lokal lewat usaha kecilnya, Dapoer MJ (Foto: BusurNabire)

Lebih jauh, Maya Wiyai melihat momen ini sebagai panggilan bagi generasi muda Papua Tengah untuk bangkit dan berani mencoba.

“Jangan malu, jangan gengsi. Sekarang bukan zamannya rendah diri. Pemerintah sudah sediakan ruang untuk kita olahraga, berdagang, berkarya. Kita tinggal manfaatkan!” serunya dengan penuh semangat.

Baca Juga  Peringati Hari Integrasi 1 Mei 2026, Srikandi Indonesia Gelar Ziarah Nasional di TMP Nabire

Ia juga menekankan bahwa UMKM bukan sekadar soal berdagang, tapi menyelamatkan budaya. “Kami tidak hanya jual makanan, tapi menyelamatkan warisan. Kami ingin anak cucu tahu rasa asli tanah ini. Kami ingin ekonomi tumbuh tanpa kehilangan jati diri,” kata Maya dengan suara bergetar menahan haru.

Selain berdagang di lokasi kegiatan, Maya juga aktif menjual produk secara online, menyediakan makanan khas seperti papeda, betatas santan, dan keladi tumbuk. Menurutnya, inilah bentuk adaptasi UMKM masa kini.

“Hasilnya memuaskan, dari usaha kecil kami bisa dapat lebih dari yang kami harapkan,” ucap Maya bangga.

Menutup perbincangan, Maya menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Pemerintah Provinsi Papua Tengah.

“Terima kasih karena sudah memberi kami banyak ruang untuk tumbuh. Ini bukan sekadar bantuan, tapi bentuk cinta pada rakyat kecil. Pemerintah Papua Tengah adalah yang terbaik untuk kami pelaku UMKM lokal,” pungkas Maya Wiyai, perempuan Papua yang kini menjadi inspirasi banyak orang.

Berita Terkait

WhatsApp Image 2026-04-02 at 13.08.35
Polda Papua Tengah mengucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 H
Kepala Kepolisian Daerah Papua Tengah Beserta Staf dan Jajaran mengucapkan Selamat Hari Raya NYE
WhatsApp Image 2026-03-19 at 23.10.55
WhatsApp Image 2026-03-20 at 22.08.45
Selamat-Hari-Lahir-4-1024x1024
Terbaru
Berita Populer
Nasional
Topik Populer
Anda tidak boleh menyalin konten halaman milik News.busurnabire.id ini
Tutup
Tutup