NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire | Operasi Patuh Noken 2025 yang digelar oleh Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Nabire bersama Polisi Militer (POM) memasuki hari kedua dengan hasil menggembirakan. Setelah menjaring 70 pelanggaran di hari pertama, jumlah pelanggaran lalu lintas di hari kedua mulai menunjukkan tren penurunan.
Operasi terpadu yang dijadwalkan berlangsung selama 14 hari hingga 21 Juli 2025 ini, difokuskan pada penertiban lalu lintas dan deteksi kendaraan hasil tindak kejahatan, terutama yang berkaitan dengan kasus pencurian dengan pemberatan (curat) dan pencurian dengan kekerasan (curas) di wilayah Nabire dan Papua Tengah.

Kasat Lantas Polres Nabire, Iptu Exaudio P.R. Hasibuan, S.Tr.K., M.H., dalam keterangannya kepada media menyampaikan bahwa sebanyak 70 pelanggaran lalu lintas tercatat pada hari pertama pelaksanaan Operasi Patuh Noken 2025. Dari jumlah tersebut, 46 pengendara langsung dikenakan tilang, sementara sisanya masih dalam proses identifikasi karena belum diketahui jenis kendaraan maupun identitas pemiliknya.
“Beberapa kendaraan sudah kami amankan, namun hingga kini belum ada pemilik yang datang untuk mengurus tilangnya. Di antara pelanggar juga terdapat anggota TNI dan WRI,” ujarnya.

Memasuki hari kedua, operasi tidak hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga aktivitas cipta kondisi dan edukasi, termasuk melalui kegiatan olahraga bersama di Lapangan Hil. Menurut Kasat Lantas, pendekatan ini mulai membuahkan hasil positif.
“Jumlah pelanggaran terlihat menurun. Masyarakat tampaknya mulai sadar pentingnya kelengkapan berkendara. Volume kendaraan juga turun dan pengendara tampak lebih tertib,” jelasnya.
Salah satu tujuan utama Operasi Patuh Noken 2025 adalah mengidentifikasi kendaraan hasil kejahatan, terutama motor yang digunakan atau menjadi hasil dari aksi begal, curat, dan curas.
“Operasi ini menjadi cara efektif untuk mendeteksi motor-motor hasil kejahatan. Tanpa operasi seperti ini, sulit untuk mengetahui keberadaan kendaraan curian,” tambah Iptu Hasibuan.
Pihak kepolisian mengimbau kepada masyarakat untuk selalu membawa dan memastikan kelengkapan surat-surat kendaraan seperti STNK dan SIM, serta memperhatikan kelengkapan fisik kendaraan seperti plat nomor, spion, dan helm berstandar SNI.

“Masyarakat tidak perlu khawatir. Selama mematuhi aturan dan melengkapi diri sesuai ketentuan, tidak akan ada masalah. Operasi ini bukan untuk menakut-nakuti, tetapi demi ketertiban dan keamanan kita bersama,” pungkasnya.
Sementara itu, Peltu Sukaryanto, perwakilan dari Danunit Gakkumwal Denpom Nabire, menegaskan bahwa Denpom mendukung penuh pelaksanaan Operasi Patuh Noken 2025, khususnya dalam hal penertiban anggota TNI yang melanggar aturan lalu lintas.
“Kami dari Denpom menindaklanjuti kegiatan ini sebagai bentuk dukungan terhadap Satlantas Nabire. Jika ada pelanggaran dari anggota TNI, maka kami akan melaksanakan penindakan sesuai ketentuan. Sosialisasi juga sudah kami lakukan ke seluruh satuan di wilayah Nabire,” tegasnya.
Ia juga mengimbau seluruh anggota TNI di wilayah Nabire untuk melengkapi kelengkapan berkendara, baik roda dua maupun roda empat.
“Kami minta setiap pengguna kendaraan, baik TNI maupun warga sipil, wajib membawa SIM, STNK, dan memastikan kendaraan memiliki plat nomor serta kelengkapan standar lainnya,” tambahnya.
Pihak kepolisian kembali mengimbau masyarakat agar selalu menaati aturan lalu lintas dan melengkapi surat-surat kendaraan. Operasi ini bukan bertujuan menakuti, melainkan demi ketertiban dan keamanan bersama.
Operasi Patuh Noken 2025 merupakan kegiatan rutin yang digelar secara nasional oleh Kepolisian Republik Indonesia, khususnya di wilayah Papua dan Papua Tengah. Operasi ini bertujuan menegakkan disiplin lalu lintas sekaligus mendukung pemberantasan tindak kriminal di jalan raya.













