
NEWS.BUSURNABIRE.ID- Nabire: Demi menjaga stabilitas keamanan pasca putusan Mahkamah Konstitusi terkait sengketa Pilkada 2024, Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol Alfred Papare, S.I.K., menegaskan bahwa aparat keamanan telah disiagakan untuk menghadapi berbagai kemungkinan di delapan kabupaten di wilayahnya.
Dalam konferensi pers seusai apel kesiapan Harkamtibmas di Mapolres Nabire, Selasa (04/02/2025), Kapolda menegaskan bahwa seluruh daerah berada dalam status siaga penuh.
“Di wilayah hukum Polda Papua Tengah, kami tidak mengklasifikasikan daerah berdasarkan tingkat kerawanan, tetapi kami memastikan semua lokasi telah disiapkan untuk mengantisipasi potensi gejolak. Situasi bisa berubah sewaktu-waktu, dan kami harus siap menghadapi segala skenario,” ujar Kapolda.
Lebih lanjut, Kapolda menyampaikan bahwa sebanyak 1.614 personel gabungan telah dikerahkan untuk memastikan keamanan, terdiri dari 1.229 personel Polda Papua Tengah, 100 personel Brimob Polda Papua, 100 personel Brimob Pastiga, serta 185 personel TNI.
“Pengamanan akan dilakukan dengan pendekatan humanis, namun kami akan mengambil tindakan tegas terhadap individu atau kelompok yang berusaha mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat,” tegas Kapolda.
Kapolda juga mengingatkan kembali insiden yang terjadi di Intan Jaya selama Pilkada, di mana bentrokan antarpendukung pasangan calon berujung pada korban jiwa dan pembakaran sejumlah bangunan. Ia menegaskan bahwa aparat akan terus memantau perkembangan situasi dan bertindak tegas terhadap pihak-pihak yang mencoba memperkeruh keadaan setelah putusan MK diumumkan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum terverifikasi kebenarannya. Kami berkomitmen untuk bekerja maksimal dalam memastikan keamanan dan ketertiban tetap terjaga,” pungkas Kapolda.













