NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire Papua Tengah |Komitmen membangun dan memajukan olahraga pencak silat di Provinsi Papua Tengah memasuki babak baru. Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Provinsi Papua Tengah secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepengurusan dari Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Papua Tengah.

Penyerahan dokumen penting tersebut berlangsung di Kantor KONI Provinsi Papua Tengah, Nabire, Kamis (15/10/2026), bertepatan dengan rapat koordinasi bersama KONI Papua Tengah yang membahas persiapan penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).
SK kepengurusan diserahkan langsung oleh Ketua IPSI Provinsi Papua Tengah, Naomi Kotouki, S.IP., kepada Ketua KONI Provinsi Papua Tengah, Yosua Tipagau, didampingi Sekretaris KONI Papua Tengah, Yeki Tobai.
Momentum tersebut turut disaksikan Ketua Harian KONI Kabupaten Nabire, Simon Londe, sejumlah pengurus IPSI Kabupaten Nabire, serta jajaran staf KONI Provinsi Papua Tengah.
Surat Keputusan yang diserahkan merupakan dokumen resmi yang memuat susunan kepengurusan IPSI Provinsi Papua Tengah dan telah ditandatangani oleh Ketua Umum PB IPSI, Sugiono.

Dokumen tersebut menjadi landasan legalitas kepengurusan IPSI Papua Tengah sekaligus mempertegas keberadaan organisasi sebagai wadah resmi pembinaan dan pengembangan olahraga pencak silat di provinsi tersebut.
Penyerahan SK ini bukan sekadar pemenuhan administrasi organisasi, melainkan menjadi momentum strategis dalam memperkuat koordinasi dan sinergi antara IPSI dan KONI Papua Tengah.
Dengan kepengurusan yang telah memperoleh pengesahan dari organisasi pusat, IPSI Papua Tengah diharapkan mampu menjalankan program pembinaan secara lebih terarah, terstruktur, dan berkelanjutan.
Di bawah kepemimpinan Naomi Kotouki, S.IP., IPSI Provinsi Papua Tengah menyatakan kesiapan untuk mengambil peran aktif dalam membangun masa depan olahraga pencak silat di Bumi Cenderawasih, khususnya di delapan kabupaten wilayah Papua Tengah.
Fokus utama organisasi diarahkan pada penguatan pembinaan atlet, pengembangan potensi pesilat muda, peningkatan kualitas pelatih, serta persiapan menghadapi berbagai kompetisi olahraga tingkat daerah maupun nasional.
IPSI Papua Tengah juga menempatkan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) sebagai salah satu momentum penting untuk mengukur perkembangan pembinaan dan menjaring atlet-atlet potensial yang dapat dipersiapkan menuju jenjang kompetisi lebih tinggi.
Selain Porprov, organisasi ini turut mempersiapkan langkah pembinaan jangka panjang untuk menghadapi babak kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (Pra-PON) hingga Pekan Olahraga Nasional (PON).

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun fondasi prestasi pencak silat Papua Tengah agar mampu bersaing dengan daerah-daerah lain di Indonesia.
Diterimanya SK kepengurusan IPSI Papua Tengah oleh Ketua KONI Yosua Tipagau menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan kelembagaan antara induk organisasi pencak silat dan KONI sebagai wadah pembinaan olahraga prestasi di tingkat provinsi.
Kehadiran Sekretaris KONI Papua Tengah, Yeki Tobai, bersama Ketua Harian KONI Kabupaten Nabire, Simon Londe, serta para pengurus IPSI Kabupaten Nabire memperlihatkan pentingnya koordinasi lintas organisasi dalam mempersiapkan agenda olahraga daerah.
Terlebih, penyerahan SK berlangsung bersamaan dengan pembahasan penyelenggaraan Porprov Papua Tengah yang menjadi salah satu agenda strategis pengembangan olahraga prestasi.
Melalui kerja sama yang solid, pembinaan pencak silat diharapkan tidak hanya terpusat pada pelaksanaan pertandingan, tetapi juga mencakup penguatan organisasi, penjaringan bakat, peningkatan kemampuan atlet, serta pembinaan berkesinambungan hingga tingkat kabupaten.
Sebagai salah satu cabang olahraga bela diri warisan budaya bangsa, pencak silat memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Papua Tengah.
Keberagaman potensi generasi muda di berbagai kabupaten menjadi modal penting bagi IPSI dalam melahirkan atlet-atlet berkualitas yang mampu mengharumkan nama daerah.

Dengan legalitas kepengurusan yang telah diperoleh, IPSI Papua Tengah kini memiliki landasan organisasi yang semakin kuat untuk menyusun program kerja, memperluas jaringan pembinaan, serta membangun sistem pengembangan atlet yang kompetitif.
Penyerahan SK kepengurusan ini sekaligus menjadi simbol dimulainya langkah strategis IPSI Papua Tengah dalam memperjuangkan kemajuan pencak silat sebagai salah satu cabang olahraga unggulan daerah.
Dari Nabire, semangat membangun prestasi pencak silat Papua Tengah terus dikobarkan. Dengan kepengurusan yang sah, organisasi yang solid, serta sinergi bersama KONI, IPSI Papua Tengah optimistis menatap Porprov, Pra-PON, hingga PON sebagai panggung pembuktian kemampuan atlet-atlet terbaik Bumi Cenderawasih.
Papua Tengah Bangkit, Pencak Silat Berprestasi, Menuju Pentas Nasional













