NEWS.BUSURNABIRE.ID – PUNCAK JAYA, PAPUA TENGAH – Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, menunjukkan perhatian serius terhadap peningkatan kualitas pendidikan dan pelayanan kesehatan di Kabupaten Puncak Jaya. Dalam kunjungan kerjanya, Senin (12/10/2026), Deinas meninjau pembangunan gedung asrama, menyambangi Sekolah Sepanjang Hari (SSH), serta melihat langsung kondisi pelayanan Rumah Sakit Imanuel.

Kunjungan tersebut tidak hanya untuk memantau pembangunan infrastruktur, tetapi juga memastikan kebutuhan masyarakat, khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan, mendapat perhatian dalam perencanaan pembangunan Pemerintah Provinsi Papua Tengah.
Deinas menegaskan bahwa pendidikan dan kesehatan merupakan dua sektor penting yang harus berjalan beriringan. Menurutnya, pembangunan daerah tidak cukup hanya menghadirkan fasilitas fisik, tetapi juga harus mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan menjamin akses pelayanan dasar bagi masyarakat.
Saat meninjau lokasi pembangunan gedung asrama, Deinas melihat secara langsung perkembangan pekerjaan yang saat ini masih berada pada tahap pembangunan pondasi.
Ia meminta pihak pelaksana bekerja secara maksimal agar pembangunan dapat diselesaikan sesuai jadwal. Bahkan, Deinas memberikan perhatian khusus terhadap batas waktu penyelesaian proyek yang ditargetkan paling lambat 31 Desember 2026.
Keberadaan gedung asrama tersebut diharapkan dapat mendukung kebutuhan pendidikan, terutama bagi pelajar yang membutuhkan tempat tinggal selama mengikuti kegiatan belajar.
Menurut Deinas, pembangunan fasilitas pendidikan harus memberikan manfaat nyata bagi anak-anak Papua Tengah. Karena itu, ketepatan waktu penyelesaian pekerjaan menjadi hal penting yang harus diperhatikan.

Suasana penuh kehangatan mewarnai kunjungan Deinas Geley ke Sekolah Sepanjang Hari (SSH). Di hadapan para siswa, ia menyampaikan pesan tentang pentingnya belajar, menjaga kedisiplinan, menghormati guru dan orang tua, serta membangun karakter yang baik sejak dini.
Deinas mengingatkan bahwa kesempatan memperoleh pendidikan saat ini jauh lebih baik dibandingkan dengan kondisi yang pernah dialaminya ketika masih bersekolah.
Ia bahkan mengenang masa kecilnya saat menempuh pendidikan di tempat tersebut dengan fasilitas yang sangat terbatas.
“Saya dulu sekolah di sini telanjang, tidak seperti kalian ini. Tetapi kalian sekarang hebat, seragam bagus, sepatu lengkap, tas lengkap. Kamu rajin sekolah dengan baik dan saya yakin kamu suatu saat akan jadi gubernur, jadi wakil gubernur, jadi DPR, jadi pegawai. Harus sukses maka kamu harus sekolah,” pesan Deinas kepada para siswa.
Melalui pengalaman pribadinya, Deinas ingin menanamkan semangat bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Ia juga mengingatkan agar seluruh fasilitas dan dukungan pendidikan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan dengan penuh tanggung jawab.
Terlebih, melalui program Sekolah Sepanjang Hari, para siswa mendapatkan dukungan kebutuhan makan pada pagi, siang, dan sore hari sehingga dapat lebih fokus mengikuti proses pembelajaran.
Bagi Deinas, pendidikan bukan hanya tentang kemampuan membaca, menulis, dan memperoleh nilai akademik. Lebih dari itu, sekolah harus mampu membentuk generasi yang memiliki moral, disiplin, tanggung jawab, serta keberanian untuk membangun daerahnya sendiri.
“Anak-anak ini suatu saat, saya tua, anak-anak ini akan masa depan untuk negeri ini, masa depan di Papua Tengah, khususnya Puncak Jaya. Mereka inilah pemimpin,” katanya.

Dalam kunjungan itu, Deinas juga memperlihatkan kedekatannya dengan para siswa. Ia bahkan memeluk salah seorang anak sebagai bentuk kasih sayang sekaligus dorongan agar generasi muda Puncak Jaya tidak menyerah dalam mengejar cita-cita.
Setelah meninjau fasilitas pendidikan, Wakil Gubernur Papua Tengah melanjutkan kunjungannya ke Rumah Sakit Imanuel.
Di rumah sakit tersebut, Deinas mendengarkan langsung berbagai kendala yang dihadapi pihak pengelola dan tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah keterbatasan pasokan listrik yang dibutuhkan untuk mendukung operasional rumah sakit.
Deinas menyampaikan bahwa kebutuhan generator listrik atau genset akan dipelajari untuk kemungkinan dimasukkan dalam perencanaan anggaran pemerintah pada 2027.
Selain listrik, rumah sakit juga membutuhkan dukungan obat-obatan, tenaga dokter, serta peningkatan fasilitas penunjang pelayanan medis.
Menurut Deinas, Rumah Sakit Imanuel memiliki sejarah penting dalam pelayanan kesehatan di wilayah pegunungan Papua.
Pada masa sebelumnya, rumah sakit tersebut pernah menjadi salah satu tujuan rujukan masyarakat dari berbagai daerah, antara lain Paniai, Intan Jaya, Deiyai, Dogiyai, Nabire, Timika, Jayapura, Yahukimo, Pegunungan Bintang, Tolikara, hingga Lanny Jaya.
Pasien datang dengan berbagai kebutuhan penanganan medis, mulai dari persalinan, patah tulang, hingga tindakan operasi.
Namun, pelayanan rumah sakit mengalami sejumlah kendala setelah meninggalnya dokter yang sebelumnya berperan penting dalam pengelolaan pelayanan.
Kondisi inilah yang menjadi salah satu perhatian pemerintah provinsi untuk melihat kemungkinan dukungan agar pelayanan kesehatan dapat terus ditingkatkan.
Deinas meminta pengelola rumah sakit dan pihak yayasan menyusun proposal resmi yang memuat kebutuhan paling mendesak.
Proposal tersebut nantinya menjadi bahan pertimbangan pemerintah dalam menentukan prioritas bantuan sesuai kewenangan dan kemampuan anggaran daerah.
Ia juga meminta pihak yayasan mengidentifikasi kebutuhan tenaga dokter, termasuk kemungkinan menghadirkan dokter asal Papua maupun dari luar Papua, untuk selanjutnya dikoordinasikan bersama pemerintah provinsi.
Dalam dialog bersama tenaga kesehatan, Deinas menerima informasi mengenai tingginya kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan Rumah Sakit Imanuel.
Seorang petugas kesehatan, Yona Kogoya, menyampaikan bahwa sekitar 200 pasien datang setiap hari untuk mendapatkan obat-obatan maupun pelayanan kesehatan.
Informasi tersebut memberikan gambaran mengenai besarnya kebutuhan pelayanan medis di wilayah tersebut, meskipun angka kunjungan masih memerlukan verifikasi lebih lanjut melalui data resmi rumah sakit.
Dengan kondisi tersebut, ketersediaan tenaga kesehatan, obat-obatan, listrik, dan fasilitas medis menjadi kebutuhan yang perlu mendapat perhatian.
Pemerintah provinsi diharapkan dapat menjadikan hasil kunjungan tersebut sebagai dasar evaluasi untuk menyusun program bantuan yang tepat sasaran.

Dalam kesempatan yang sama, Deinas mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Papua Tengah telah memberikan dukungan anggaran untuk sektor kesehatan di Kabupaten Puncak Jaya.
Ia menyebut bantuan kesehatan pada tahun sebelumnya mencapai Rp14,87 miliar.
Dukungan kembali diberikan pada tahun berjalan, termasuk untuk menunjang pelayanan Puskesmas Hilu.
Menurut keterangan Deinas, total dukungan sektor kesehatan selama dua tahun tersebut mencapai sekitar Rp28 miliar.
Meski demikian, rincian alokasi bantuan untuk setiap fasilitas pelayanan kesehatan masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut berdasarkan dokumen anggaran resmi.
Deinas menegaskan bahwa berbagai usulan tambahan dari pihak rumah sakit akan dipelajari agar dapat disesuaikan dengan perencanaan pembangunan pada tahun anggaran 2027.
Selain meninjau pendidikan dan kesehatan, dalam rangkaian kunjungan kerja tersebut juga disebut adanya bantuan kendaraan roda dua sebanyak 34 unit. Adapun jumlah kendaraan yang diserahkan secara langsung pada kesempatan tersebut masih perlu dipastikan melalui data resmi pemerintah.
Ada momen yang membekas bagi Deinas Geley selama menjalani kunjungan kerja di Puncak Jaya.
Ia mengaku terharu melihat antusiasme anak-anak sekolah yang menyambut kedatangan rombongannya di bandara.
Bagi Deinas, sambutan tersebut bukan sekadar bentuk penghormatan kepada pejabat pemerintah. Kehadiran para pelajar justru mengingatkannya pada tanggung jawab besar pemerintah untuk membuka kesempatan pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak Papua.
Ia berharap generasi muda Puncak Jaya dapat tumbuh menjadi anak-anak yang berpendidikan, memiliki karakter kuat, dan mampu mengisi berbagai posisi penting dalam pembangunan daerah.
Deinas juga berpesan agar para siswa tidak menyia-nyiakan kesempatan belajar, terlebih ketika pemerintah telah menyediakan berbagai fasilitas untuk mendukung pendidikan mereka.
Menurutnya, masa depan Papua Tengah akan sangat ditentukan oleh kualitas generasi muda yang saat ini sedang duduk di bangku sekolah.
Kunjungan kerja Wakil Gubernur Papua Tengah di Kabupaten Puncak Jaya tersebut sekaligus menjadi langkah untuk memperkuat perhatian pemerintah terhadap kebutuhan dasar masyarakat.
Melalui peninjauan langsung pembangunan asrama, pembinaan pelajar di Sekolah Sepanjang Hari, dan evaluasi pelayanan Rumah Sakit Imanuel, Pemerintah Provinsi Papua Tengah memperoleh gambaran mengenai kebutuhan yang perlu diprioritaskan.
Berbagai masukan yang diterima selama kunjungan diharapkan dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan pada 2027, terutama dalam meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat pelayanan kesehatan, dan memperluas manfaat pembangunan bagi masyarakat Puncak Jaya.
Dengan pendidikan yang semakin baik dan pelayanan kesehatan yang terus diperkuat, generasi muda Puncak Jaya diharapkan memiliki kesempatan lebih besar untuk tumbuh sehat, berprestasi, serta menjadi pemimpin masa depan Papua Tengah.













