NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire Papua Tengah | Pelantikan dan pelatihan pengurus Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Cinta Anggrek Species Indonesia (INOS) Cabang Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua Tengah, resmi dilaksanakan dengan khidmat dan sukses di Ruang Rapat Hotel Green Papua, Kalibobo, pada Jumat, 9 Oktober 2026.

Kegiatan penting ini didasarkan pada Surat Keputusan Pengurus Pusat LSM Cinta Anggrek Species Indonesia Nomor: 19-SK/LSMCASI/VII/2025 yang ditandatangani langsung oleh Ketua Umum Endah Malahayati dan Sekretaris Jenderal Widjaya Trisulo.
Pembentukan cabang di Kabupaten Intan Jaya dilatarbelakangi oleh kekayaan alam wilayah tersebut yang sangat luas dan potensial, khususnya sebagai habitat ragam jenis anggrek alam yang memerlukan perhatian, pengembangan, pengenalan, serta pelestarian secara berkelanjutan.

Dalam acara pengukuhan tersebut, susunan pengurus harian LSM Cinta Anggrek Species Indonesia Cabang Kabupaten Intan Jaya masa bakti 2025–2030 resmi dipimpin oleh Melince Tipagau sebagai Ketua. Ia didampingi oleh Otovina Jarinap sebagai Wakil Ketua I, John Billy Muabuay sebagai Sekretaris I, Olipa Zonggonau sebagai Sekretaris II, serta Fransina Zonngonau sebagai Bendahara I.
Mewakili Dewan Pimpinan Pusat, Sekjen Widjaya Trisulo dalam arahannya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya serta ucapan selamat kepada seluruh jajaran pengurus yang baru dilantik. Beliau menegaskan bahwa pembentukan cabang ini bukan sekadar seremonial organisasi belaka, melainkan wujud tanggung jawab moral untuk menjaga kekayaan ekologis dan keanekaragaman hayati flora endemik Papua dari ancaman kepunahan.

Selain itu, Sekjen Widjaya Trisulo juga memberikan pesan khusus yang sangat penting terkait pelaksanaan program kerja ke depan, khususnya dalam bidang pameran dan eksplorasi flora. Beliau menegaskan bahwa dalam setiap ajang pameran yang diselenggarakan, kita harus secara konsisten menunjukkan bahwa anggrek lokal Indonesia jauh lebih baik dan memiliki keunikan tersendiri.
Kita tidak boleh lagi terlalu mendominasi pameran dengan menampilkan jenis-jenis anggrek asal luar Indonesia, sementara kekayaan hayati flora nusantara milik kita sendiri jauh lebih unggul, eksotis, dan bernilai tinggi di mata dunia.

Lebih lanjut, pengurus yang baru dikukuhkan juga diingatkan untuk senantiasa menjaga komitmen pelestarian lingkungan, membangun kolaborasi aktif bersama masyarakat, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan terkait, sekaligus memanfaatkan agenda pelatihan untuk meningkatkan kapasitas dalam menjalankan tugas organisasi ke depan.

Dengan terbentuknya kepengurusan ini, roda organisasi diharapkan dapat bergerak dinamis demi membawa LSM Cinta Anggrek Species Indonesia semakin maju, mandiri, serta memberikan manfaat besar bagi bumi Papua dan serta Indonesia tercinta













