NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire : Papua Tengah |Musyawarah Luar Biasa (Muslub) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Provinsi Papua Tengah menetapkan Naomi Kotouki, S.IP., sebagai Ketua Umum IPSI Papua Tengah periode 2023–2027. Keputusan tersebut diambil secara bulat melalui sidang musyawarah yang berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama Nabire, Selasa (22/9/2026).

Muslub IPSI Papua Tengah digelar dengan agenda utama pergantian Ketua Umum periode 2023–2027. Forum tersebut dihadiri jajaran pengurus IPSI Papua Tengah, ketua perguruan pencak silat tingkat provinsi, pengurus kabupaten IPSI, serta perwakilan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua Tengah.
Sidang pleno Muslub dipimpin oleh M. Thohir, S.Pd., M.M., selaku pimpinan sidang, didampingi Imam M. Dahlan, S.Pd., M.M., sebagai sekretaris sidang. Setelah melalui proses penyampaian pandangan, usulan, dan pembahasan dari peserta yang memiliki hak suara, seluruh peserta musyawarah menyepakati Naomi Kotouki sebagai ketua umum baru IPSI Papua Tengah.
Dalam sambutannya setelah terpilih, Naomi Kotouki menyampaikan komitmennya untuk memperkuat organisasi IPSI Papua Tengah melalui pembenahan manajemen organisasi dan peningkatan pembinaan atlet secara berjenjang.

Menurut Naomi, penguatan pembinaan harus dimulai dari tingkat perguruan hingga pengembangan atlet potensial agar pencak silat Papua Tengah mampu berkembang dan bersaing pada berbagai ajang olahraga nasional, termasuk Pekan Olahraga Nasional (PON) mendatang.
“Fokus utama ke depan adalah memperkuat organisasi dan memastikan proses pembinaan atlet berjalan secara terarah, berkelanjutan, serta melibatkan seluruh unsur pencak silat di Papua Tengah,” ujar Naomi dalam sambutannya.

Naomi juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus IPSI Papua Tengah, khususnya Sekretaris Umum IPSI Papua Tengah H. Putra Aminudin, S.Kim., M.M., bersama jajaran panitia yang telah mempersiapkan pelaksanaan Muslub hingga berjalan tertib dan lancar.
Muslub tersebut diikuti oleh enam perguruan pencak silat, yaitu Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), Tapak Suci, Pagar Nusa, Persinas ASAD, IKS Kera Sakti, dan Pencak Silat Militer. Selain itu, Pengkab IPSI Mimika turut mengikuti jalannya musyawarah melalui konferensi video Zoom yang diwakili caretaker Ketua IPSI Mimika, Ibnu Hamid, S.Pd.
Pelaksanaan Muslub berlangsung secara demokratis dan kondusif. Setelah keputusan penetapan ketua umum baru, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara oleh para ketua perguruan pencak silat sebagai bentuk pengesahan hasil musyawarah.

Acara kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin Edison Rumabur, dilanjutkan dengan ramah tamah dan foto bersama seluruh peserta.
Dengan kepemimpinan baru tersebut, IPSI Papua Tengah menargetkan penguatan organisasi, peningkatan kualitas pembinaan perguruan, serta mencetak atlet-atlet pencak silat berprestasi yang mampu mengharumkan nama Papua Tengah di tingkat nasional.













