>

Ali Kabiay Tegaskan Papua Kembali ke NKRI Bukan Aneksasi

By BusurNabire.id
Rabu, 29 April 2026 08:56 WIB | 126 Views
Ali Kabiay Tegaskan Papua Kembali ke NKRI Bukan Aneksasi (Foto: BusurNabire)

NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire, Papua Tengah – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Barisan Merah Putih Republik Indonesia (BMP RI) Provinsi Papua Tengah menggelar Seminar Wawasan Kebangsaan dalam rangka memperingati momentum bersejarah 1 Mei 1963, yakni kembalinya Papua ke dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Barisan Merah Putih Republik Indonesia (BMP RI) Provinsi Papua Tengah menggelar Seminar Wawasan Kebangsaan (Foto: BusurNabire)

Kegiatan yang berlangsung di Aula LPP RRI Nabire, Rabu (29/4/2026), mengangkat tema “Bergabungnya Kembali Papua Dalam Bingkai NKRI, Bersatu dalam Keberagaman, Kuat dalam Kebangsaan.”

Seminar ini menjadi ruang edukasi sejarah sekaligus ajakan untuk memperkuat persatuan masyarakat Papua, khususnya generasi muda, agar memahami perjalanan sejarah Papua secara utuh dan tidak terpengaruh oleh narasi yang dinilai keliru.

Ketua BMP RI DPP Papua yang diwakili Sekretaris Jenderal BMP RI DPP Papua, Ali Kabiay, menyampaikan bahwa kegiatan sarasehan ini digelar sebagai bentuk refleksi menjelang peringatan 1 Mei 2026, sekaligus untuk menegaskan kembali posisi Papua sebagai bagian sah dari Indonesia.

“Terima kasih, hari ini kami melaksanakan sarasehan tanggal 29 April 2026 dalam rangka memperingati hari kembalinya Papua ke dalam pangkuan Ibu Pertiwi atau NKRI yang jatuh pada tanggal 1 Mei 1963,” ujar Ali Kabiay.

Menurutnya, momentum tersebut sengaja dibuat untuk merangkul anak-anak muda serta seluruh elemen masyarakat di Papua Tengah agar memahami sejarah bangsa dengan lebih mendalam melalui diskusi yang berbobot bersama para narasumber.

“Kami ingin bagaimana generasi muda mengenal sejarah 1 Mei 1963 secara benar, karena masih ada sebagian orang yang menganggap Papua dianeksasi oleh Indonesia, padahal itu tidak benar,” tegasnya.

Ali menjelaskan, secara historis dan hukum internasional, kembalinya Papua ke Indonesia berlandaskan prinsip uti possidetis juris, yakni wilayah bekas jajahan menjadi bagian dari negara yang merdeka setelah kolonialisme berakhir.

Baca Juga  Pemprov Papua Tengah Perkuat Tata Kelola Dana Hibah dan Hasilkan Lima Rekomendasi Strategis

“Sejak Indonesia merdeka tahun 1945 berlaku hukum uti possidetis juris, bahwa wilayah bekas jajahan Hindia Belanda kembali menjadi bagian dari Indonesia. Jadi Papua kembali ke NKRI bukan karena aneksasi, tetapi berdasarkan hukum tersebut,” jelasnya.

Ali Kabiay Tegaskan Papua Kembali ke NKRI Bukan Aneksasi (Foto: BusurNabire)

Ia juga menyinggung perjalanan sejarah yang melibatkan Konferensi Meja Bundar (KMB), New York Agreement, hingga Operasi Trikora yang menjadi bagian dari proses pengembalian Irian Barat ke Indonesia.

“Kalau Belanda sejak awal legowo menyerahkan Papua, mungkin tidak akan ada New York Agreement maupun Operasi Trikora. Tetapi sejarah itu terjadi, dan Papua akhirnya kembali ke dalam pangkuan Ibu Pertiwi,” katanya.

Selain seminar kebangsaan, BMP RI juga menyiapkan sejumlah kegiatan sosial sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat.

Ali mengapresiasi langkah DPD BMP RI Papua Tengah yang terus menghadirkan kegiatan positif di tengah masyarakat, termasuk agenda bakti sosial untuk warga kurang mampu.

“Kami mengapresiasi DPD BMP RI Papua Tengah karena telah melaksanakan berbagai kegiatan positif. Termasuk nanti kami akan melaksanakan bakti sosial kepada masyarakat yang kurang mampu,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi momentum positif dalam membangun kehidupan sosial, memperkuat rasa kebangsaan, dan menjaga stabilitas keamanan di Papua.

“Kami juga mengingatkan masyarakat agar bersama-sama menjaga keamanan dan keterlibatan sosial. Jika situasi aman, maka ekonomi, investasi, dan daya beli masyarakat akan bertumbuh dengan sendirinya,” tambahnya.

Ali juga menjelaskan bahwa peringatan 1 Mei 2026 tidak hanya berlangsung di Papua Tengah, tetapi dilaksanakan secara serentak di enam DPD BMP RI serta sejumlah DPC di seluruh Tanah Papua.

Di Puncak Jaya, kegiatan diisi dengan bakar batu. Sementara di Papua induk akan digelar festival budaya mulai 30 April hingga 1 Mei. Papua Barat Daya melaksanakan bakti sosial, dan kegiatan serupa juga berlangsung di Papua Selatan, Papua Pegunungan, serta Papua Barat.

Baca Juga  Wartawan CEPOS Mengaku Dilarang Masuk Liputan Rapat Banggar DPR Papua Tengah

“Ini kegiatan serentak di enam DPD dan beberapa DPC. Semua menjadi momentum bersama untuk menjaga persatuan dan kesatuan pemuda serta seluruh masyarakat Papua,” jelasnya.

Secara khusus, ia mengajak masyarakat Papua Tengah untuk terus menjaga keberagaman, memperkuat persatuan, dan membangun kehidupan yang adil, makmur, serta sejahtera dalam bingkai NKRI.

“Terutama kita yang ada di Provinsi Papua Tengah, mari sama-sama kita jaga keberagaman, jaga persatuan dan kesatuan, untuk membangun masyarakat yang lebih adil, makmur, dan sejahtera dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tutupnya.

Berita Terkait

🇮🇩 **DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-81** 🇮🇩 **17 Agustus 2026** Dengan semangat **“Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”**, Pemerintah Provinsi Papua Tengah mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai semangat bersama dalam memperkuat persatuan, membangun daerah, dan mewujudkan Papua Tengah yang semakin maju. Gubernur Papua Tengah **Meki Nawipa, S.H.** bersama Wakil Gubernur Papua Tengah **Deinas Geley, S.Sos., M.Si.** menyampaikan ucapan **Dirgahayu Republik Indonesia ke-81**. 🇮🇩 **Bersatu dalam keberagaman, bergerak bersama untuk Papua Tengah yang maju dan Indonesia yang semakin kuat.** **Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.** **Dirgahayu Republik Indonesia ke-81! 🇮🇩** #HUTRI81 #DirgahayuRI #IndonesiaMerdeka #PapuaTengah #MekiNawipa #DeinasGeley #IndonesiaBerdaulat #IndonesiaMaju
Ucapan Kapolda Papua Tengah Memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah 🌙 Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini, S.I.K., M.Si., beserta Wakapolda Papua Tengah, Kombes Pol. Dr. Gustav R. Urbinas, S.H., S.I.K., M.Pd., M.H., mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah kepada seluruh umat Muslim di Papua Tengah dan Indonesia. "Pergantian Tahun Baru Islam merupakan momentum untuk melakukan introspeksi diri, memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, serta meningkatkan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara. Mari kita jadikan nilai-nilai hijrah sebagai inspirasi untuk terus berbuat kebaikan, menjaga persatuan, dan mempererat tali persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Papua Tengah," ujar Kapolda Papua Tengah. Kapolda juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan kerukunan antarumat beragama demi terciptanya Papua Tengah yang aman, damai, dan harmonis. "Semoga di tahun yang baru ini Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat, kesehatan, keselamatan, keberkahan, dan perlindungan-Nya kepada kita semua, serta memberikan kekuatan dalam menjalankan tugas dan pengabdian bagi masyarakat, bangsa, dan negara," tutup Brigjen Pol. Jermias Rontini. Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Hijrah Menuju Pribadi yang Lebih Baik, Papua Tengah yang Aman, Damai, dan Sejahtera. #TahunBaruIslam1448H, #Muharram1448H, #KapoldaPapuaTengah, #JermiasRontini, #WakapoldaPapuaTengah, #PapuaTengah, #PolriUntukMasyarakat, #Hijrah1448H, #BusurNabire, #PapuaDamai
🌙 Selamat Memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah.Semoga pergantian tahun ini men
WhatsApp Image 2026-03-19 at 23.10.55
WhatsApp Image 2026-03-20 at 22.08.45
Selamat-Hari-Lahir-4-1024x1024
Terbaru
Berita Populer
Nasional
Topik Populer
Anda tidak boleh menyalin konten halaman milik News.busurnabire.id ini
Tutup
Tutup