NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire | Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol Alfred Papare, turun langsung meninjau lokasi longsor yang terjadi di KM 139, Sabtu siang (6/9/2025). Peristiwa ini mengakibatkan akses jalan utama Nabire–Dogiyai–Deiyai–Paniai terputus total, sehingga aktivitas transportasi dan perekonomian masyarakat lumpuh sementara.

Didampingi Irwasda Polda Papua Tengah, Kombes Pol Gatot Suprasetya, S.I.K., M.H., serta jajaran pejabat utama Polda Papua Tengah dan Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu, S.I.K., Kapolda menegaskan bahwa penanganan longsor menjadi prioritas. Turut hadir pula personel Polda Papua Tengah bersama pasukan Brimob Pas III yang siap membantu proses penanganan darurat di lapangan.
“Ini prioritas kita untuk segera ditangani agar masyarakat tidak terhambat dalam beraktivitas,” tegas Brigjen Pol Alfred Papare saat berada di lokasi longsor.
Longsor di KM 139 ini dipicu oleh curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Papua Tengah dalam beberapa hari terakhir. Material tanah dan bebatuan menutupi badan jalan, sehingga jalur vital penghubung antar kabupaten tidak dapat dilewati kendaraan.
Kondisi ini berdampak signifikan terhadap masyarakat. Aktivitas ekonomi, distribusi logistik, hingga mobilitas warga yang mengandalkan jalur darat mengalami hambatan serius. Warga berharap perbaikan bisa segera dilakukan agar roda kehidupan kembali normal.
Kapolda Papua Tengah menegaskan bahwa pihaknya akan bersinergi dengan pemerintah daerah, TNI, dan instansi terkait untuk mempercepat proses pembersihan material longsor dan pemulihan jalur transportasi. “Polri hadir bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga memastikan masyarakat bisa beraktivitas dengan lancar,” ujarnya.

Selain itu, langkah-langkah darurat tengah dipersiapkan, termasuk membuka jalur alternatif serta menyiagakan alat berat untuk mempercepat penanganan material longsor.
Masyarakat sekitar menyambut positif kehadiran Kapolda Papua Tengah di lokasi. Mereka berharap perhatian langsung dari pimpinan kepolisian akan mempercepat proses normalisasi jalan. “Kami butuh akses segera pulih, karena jalur ini urat nadi ekonomi kami,” ungkap salah satu warga di sekitar lokasi longsor.
Longsor di KM 139 ini tidak hanya berdampak pada sektor transportasi, tetapi juga mengganggu pasokan bahan pokok dan kebutuhan harian masyarakat di Dogiyai, Deiyai, dan Paniai. Harga barang kebutuhan pokok mulai merangkak naik karena distribusi terhambat.
Polda Papua Tengah berkomitmen untuk terus mengawal proses penanganan agar jalur strategis ini bisa segera dibuka kembali. Dengan dukungan berbagai pihak, diharapkan jalan yang terputus akibat longsor bisa segera berfungsi normal, sehingga aktivitas masyarakat kembali lancar.













