NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire| Aksi pembacokan kembali terjadi di Kabupaten Nabire, Papua Tengah. Kali ini, seorang purnawirawan TNI menjadi korban serangan brutal saat hendak melaksanakan salat Isya berjamaah di Masjid Al-Qadri, Rabu malam, 6 Agustus 2025. Korban mengalami luka serius akibat sabetan senjata tajam yang dilakukan oleh pelaku tak dikenal.
Kapolres Nabire AKBP Samuel Tatiratu, S.I.K. melalui Kasat Reskrim AKP Bertu Haridyka, S.I.K., S.H., M.H., membenarkan kejadian tersebut saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu malam (6/8/2025).

Menurut AKP Bertu Haridyka, insiden terjadi sekitar pukul 19.15 WIT di Jalan Siriwo, Kelurahan Karang Tumaritis, Distrik Nabire. Korban, yang diketahui berinisial H.S. (63), seorang pria asal Lamongan, Jawa Timur, hendak menuju Masjid Al-Qadri dari rumahnya.
“Saat korban tiba di perempatan SD 02 Karang Tumaritis, ia berhenti karena lalu lintas yang ramai. Tiba-tiba, pelaku yang tidak dikenal datang dari arah seberang SD Santo Petrus dan langsung menyerang korban dengan parang,” ujar AKP Bertu.
Korban sempat mencoba menangkis ayunan parang, namun senjata tajam itu tetap mengenai tubuhnya. Serangan pertama mengenai tangan kanannya, diikuti dengan sabetan kedua yang menghantam bahu. Setelah korban terjatuh, pelaku langsung melarikan diri ke arah Jalan Siriwo sambil membawa senjatanya.
Akibat serangan tersebut, H.S. mengalami luka parah di beberapa bagian tubuh:
- Luka robek pada bahu kanan sepanjang 20 cm (12 jahitan)
- Luka robek pada lengan kanan sepanjang 20 cm (12 jahitan)
- Luka robek pada pergelangan tangan kanan sepanjang 10 cm (9 jahitan)
Korban langsung dilarikan ke RSUD Kabupaten Nabire untuk mendapatkan perawatan medis intensif.
Pelaku diketahui menggunakan topi merah, kaos merah, celana levis pendek merah, dan memiliki tinggi badan sekitar 180 cm. Ciri lainnya, pelaku berambut cepak, tidak berkumis maupun brewok. Saat ini, pelaku masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.
“Pelaku tidak membawa barang apapun milik korban, sehingga motif belum bisa dipastikan apakah murni perampokan atau bentuk kekerasan jalanan lainnya. Kami masih terus melakukan penyelidikan,” jelas AKP Bertu.
Selain pelaku utama, korban juga sempat melihat beberapa orang yang diduga rekan pelaku berlarian ke arah lorong SD Santo Petrus setelah kejadian.
Polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti milik korban dari lokasi kejadian:
- 1 unit sepeda motor Honda Vario 150 warna hitam (Nopol: PA 2000 KY)
- 1 lembar sarung putih merek Wadimor
- 1 lembar baju muslim warna abu-abu
- 1 buah peci warna putih
Setelah mendapatkan laporan dari masyarakat, Tim Opsnal Polres Nabire segera merespons dan mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP), mengevakuasi korban, serta mengumpulkan informasi dari saksi-saksi.
“Kami meminta kerja sama dari masyarakat agar segera melapor jika melihat pelaku dengan ciri-ciri tersebut. Jangan melindungi pelaku kejahatan, siapa pun dia,” tegas AKP Bertu.













