NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire Papua Tengah Anggota DPR Kabupaten Intan Jaya, Oneas Pagau, menyatakan kesiapannya untuk membantu aparat keamanan dalam melakukan pendekatan dan koordinasi terhadap kelompok kriminal bersenjata yang dipimpin oleh Aibon Kogoya. Langkah ini dilakukan guna mendorong kelompok tersebut segera meninggalkan wilayah Nabire demi terciptanya rasa aman bagi masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Oneas Pagau Minggu 1 /2/2026 ke awak media sebagai bentuk kepedulian terhadap situasi keamanan di wilayah perlintasan strategis, khususnya jalur Trans Nabire–Enarotali yang menjadi akses vital masyarakat.
Oneas Pagau menegaskan bahwa dirinya siap mengambil peran aktif dalam upaya pendekatan persuasif kepada kelompok yang dipimpin oleh Aibon Kogoya. Menurutnya, langkah ini penting agar masyarakat tidak terus hidup dalam rasa takut dan aktivitas ekonomi dapat kembali berjalan normal.
“Selama ini kami sendiri ada pihak keluarga dari Aibon Kogoya, tetapi kami juga masih merasa terancam dengan Aibon sendiri. Namun kami akan berusaha melakukan pendekatan dan mengajak Aibon Kogoya agar bisa meninggalkan Kota Nabire,” ujar Oneas Pagau.
Ia menambahkan bahwa pendekatan kekeluargaan dan komunikasi langsung diharapkan dapat menjadi jalan keluar tanpa harus memperpanjang ketegangan di lapangan.
Lebih lanjut, Oneas Pagau menekankan pentingnya stabilitas keamanan di wilayah Nabire, terutama di jalur vital penghubung masyarakat seperti Trans Nabire–Enarotali yang menghubungkan beberapa wilayah di Papua Tengah.
Menurutnya, kehadiran kelompok bersenjata di wilayah tersebut sangat berdampak pada rasa aman masyarakat, aktivitas perdagangan, hingga mobilitas warga.
“Kami berharap masyarakat bisa kembali beraktivitas dengan normal tanpa rasa takut. Jalur transportasi harus kembali aman dan terbuka,” tegasnya.
Dalam pernyataannya, Oneas Pagau juga meminta agar pihak keamanan dapat memberikan ruang sementara bagi dirinya untuk melakukan pendekatan kepada kelompok tersebut.
Ia menilai, langkah komunikasi langsung dari pihak yang memiliki kedekatan kekerabatan dapat menjadi strategi efektif untuk meredakan situasi.
“Saya berharap pihak keamanan sementara tidak mengganggu proses pendekatan ini, agar kami bisa lebih cepat mencari keberadaan mereka dan menyampaikan agar segera meninggalkan Kabupaten Nabire,” ujarnya.
Wilayah Nabire selama ini menjadi salah satu daerah strategis yang kerap menjadi perhatian aparat keamanan karena posisinya yang menghubungkan berbagai wilayah di Papua Tengah.
Kehadiran kelompok bersenjata di sejumlah titik sering menimbulkan kekhawatiran masyarakat, terutama di daerah perlintasan dan pedalaman.
Upaya pendekatan yang disampaikan Oneas Pagau dinilai sebagai salah satu langkah alternatif berbasis kearifan lokal dan pendekatan sosial untuk meredakan potensi konflik.
Masyarakat di wilayah sekitar berharap agar upaya dialog dan pendekatan yang dilakukan dapat membuahkan hasil nyata. Warga menginginkan situasi kembali kondusif agar aktivitas ekonomi, pendidikan, dan transportasi dapat berjalan normal tanpa gangguan keamanan.
Sejumlah tokoh masyarakat juga menilai bahwa pendekatan berbasis keluarga dan kultural dapat menjadi jalan tengah dalam menyelesaikan persoalan yang sudah berlangsung cukup lama di wilayah tersebut.














