NEWS.BUSURNABIRE.ID – Sebuah momentum bersejarah dan penuh makna akan segera digelar di Provinsi Papua Tengah. Untuk pertama kalinya sejak berdiri sebagai provinsi baru, Papua Tengah akan melaksanakan Seleksi Tilawatil Quran dan Hadits (STQH) ke-1 tingkat provinsi. Kegiatan yang sarat nilai keagamaan ini akan berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat hingga Minggu, 11–13 Juli 2025, dengan pusat acara di Gedung Islamic Centre Nabire.
Ajang ini bukan sekadar kompetisi, tetapi simbol kebangkitan spiritual dan komitmen pemerintah daerah dalam membangun generasi Qurani di tanah Papua. Tujuh kabupaten akan berpartisipasi dalam STQH ini, yaitu Nabire, Mimika, Dogiyai, Deiyai, Paniai, Puncak, dan Puncak Jaya. Para kafilah akan tiba pada Kamis, 10 Juli 2025, disambut dengan semarak pawai ta’aruf yang dimulai dari Masjid Al Falah dan menyusuri jalan-jalan utama Kota Nabire.

“STQH ke-1 ini menjadi tonggak penting dalam membangun pondasi keimanan di Papua Tengah. Ini bukan sekadar perlombaan, melainkan bentuk kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an dan Hadits,” ujar salah satu panitia pelaksana.
Kompetisi akan digelar pada 12–13 Juli 2025, di tiga titik utama:
Tilawah Anak-Anak dan Dewasa: Gedung Islamic Centre Nabire
Hifzhil Quran: Serambi kanan Masjid Agung Al Falah
Karya Tulis Ilmiah Hadits (KTIH): SD Muhammadiyah Nabire
Lebih dari sekadar ajang seleksi menuju tingkat nasional, STQH ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat keagamaan dan mempererat ukhuwah Islamiyah antarumat Islam di Papua Tengah. Tak hanya untuk para peserta, kegiatan ini juga membawa inspirasi dan harapan baru bagi masyarakat luas.
Sebagai bagian dari penguatan program jangka panjang, pada Sabtu (12/7), akan digelar pula Rapat Kerja LPTQ se-Papua Tengah. Raker ini akan merumuskan strategi pembinaan tilawah, hafalan Quran dan Hadits, serta pengembangan syiar Islam yang inklusif dan membumi di tanah Papua.
“Melalui STQH, kami ingin mempertegas bahwa nilai-nilai Islam tumbuh dan berkembang harmonis di Papua Tengah, menyatu dengan budaya lokal dan membentuk generasi yang berilmu dan beriman,” ungkap panitia lainnya.
Sebelum kompetisi dimulai, Tim IT Perhakiman STQH telah melakukan verifikasi awal terhadap 59 peserta yang terdaftar mengikuti ajang seleksi ini. Selanjutnya, pada 9–10 Juli 2025, akan dilaksanakan verifikasi faktual, di mana seluruh kafilah diwajibkan membawa dokumen asli seperti KK, KIA, atau KTP untuk pencocokan identitas dan berkas pendukung.
Setelah lolos pemeriksaan faktual, peserta akan mencabut nomor tampil secara digital, menandai kesiapan mereka untuk mengikuti lomba secara resmi.
Antusiasme warga Nabire dan sekitarnya sudah mulai terasa. STQH ini diharapkan menjadi awal dari tradisi besar yang membentuk karakter religius, intelektual, dan sosial generasi muda Muslim Papua Tengah.
Papua Tengah bukan hanya sedang membangun dari sisi fisik, tetapi juga dari sisi rohani dan peradaban. STQH ke-1 ini adalah bukti nyata bahwa di tengah kemajuan pembangunan, suara lantunan ayat suci tetap menjadi penuntun utama langkah masyarakat menuju masa depan yang beradab dan bermartabat.













