
NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire: Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) selama tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2025, Polda Papua Tengah menggelar apel kesiapan pengamanan di delapan kabupaten yang berada di wilayah hukumnya. Apel tersebut berlangsung di Mako Polres Nabire pada 3 Februari 2025 dan dipimpin langsung oleh Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol Alfred Papare, S.I.K.

Apel kesiapan ini dihadiri oleh unsur TNI-POLRI serta Penjabat Gubernur Papua Tengah yang diwakili oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan, SDM, dan Pengembangan Otonomi Khusus, Bapak Ukkas, S.Sos. Selain itu, sejumlah pejabat penting dari TNI dan Polri turut serta dalam kegiatan tersebut.
Kapolda Papua Tengah menegaskan bahwa apel ini bertujuan untuk memastikan kesiapan personel dalam menjaga situasi yang kondusif, terutama menjelang keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sengketa Pilkada.
“Hari ini, tanggal 4 dan 5 Februari, menjadi momen penting di mana MK akan memutuskan gugatan Pilkada, apakah diterima atau ditolak. Di Papua Tengah sendiri, terdapat delapan kabupaten yang mengajukan gugatan, termasuk sengketa Pilkada Gubernur. Kami akan terus memantau dan mengantisipasi setiap kemungkinan yang terjadi,” ujar Kapolda dalam sambutannya

Apel ini juga menjadi momentum evaluasi kesiapan pasukan dalam menghadapi potensi gangguan Kamtibmas yang mungkin timbul akibat keputusan MK. Berdasarkan laporan, terdapat 23 permohonan sengketa hasil Pemilu di Papua Tengah, terdiri dari 4 pasangan calon (Paslon) Gubernur serta 20 perkara sengketa Pilkada Bupati dan Wakil Bupati.
“Apel ini sangat penting untuk mencegah kemungkinan terjadinya aksi anarkis yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat sehari-hari. Kami juga akan terus memberikan edukasi kepada masyarakat agar menerima hasil keputusan dengan bijak,” tambahnya.
Sebagai langkah preventif, Polda Papua Tengah akan memperkuat komunikasi dengan tokoh politik, masyarakat, dan tokoh agama untuk menjaga stabilitas keamanan selama tahapan Pilkada.


“Kami akan meningkatkan patroli dan razia dengan sasaran senjata tajam, senjata api, bahan peledak, serta barang terlarang lainnya di wilayah-wilayah yang dianggap rawan,” tegas Kapolda.
Selain itu, sebanyak 389 personel kepolisian dan 60 personel TNI AD telah dikerahkan khusus untuk wilayah Nabire dan Provinsi Papua Tengah. Sementara itu, tujuh kabupaten lainnya juga menggelar apel serupa guna memastikan kesiapan menghadapi segala kemungkinan selama tahapan Pilkada 2025.
Dengan apel kesiapan ini, diharapkan situasi keamanan di Papua Tengah tetap kondusif, sehingga masyarakat dapat menjalani aktivitasnya dengan tenang dan demokrasi dapat berjalan dengan baik.













