NEWS.BUSURNABIRE.ID –NABIRE : Papua Tengah |Bupati Intan Jaya, Aner Maisini, S.Kom., S.H., M.H., secara resmi membuka kegiatan pelatihan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Cinta Anggrek Species Indonesia (INOS) Cabang Kabupaten Intan Jaya, Jumat (9/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Hotel Green Papua, Kalibobo, Nabire, Papua Tengah, ini menjadi momentum untuk memperkuat peran masyarakat dalam menjaga dan mengembangkan kekayaan hayati Papua.

Dalam sambutannya, Bupati Aner Maisini menyampaikan apresiasi kepada jajaran pengurus LSM Cinta Anggrek Species Indonesia, khususnya pengurus cabang Kabupaten Intan Jaya yang baru dilantik untuk masa bakti 2025–2030 di bawah kepemimpinan Melince Tipagau.
Bupati menegaskan bahwa pelantikan dan pelatihan tersebut tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial. Ia berharap para pengurus mampu menyusun program nyata untuk melestarikan anggrek spesies Papua sekaligus memperkenalkan potensi alam Intan Jaya kepada masyarakat yang lebih luas.
“Banyak kekayaan yang Tuhan titipkan di Papua. Sekarang, bagaimana kita mengelola dan memberdayakannya dengan baik. Salah satunya melalui anggrek dan burung cenderawasih yang menjadi bagian dari kekayaan alam Papua,” demikian pesan Bupati dalam sambutannya.

Aner Maisini menjelaskan bahwa Papua memiliki keanekaragaman hayati yang khas. Kondisi geografis dan lingkungan yang berbeda di setiap wilayah juga dapat menghasilkan karakteristik flora yang beragam, termasuk anggrek alam yang tumbuh di Kabupaten Intan Jaya dan daerah lain di Papua.
Menurutnya, kekayaan tersebut membutuhkan perhatian bersama agar keberadaannya tetap terjaga. Ia juga menyoroti ancaman terhadap burung cenderawasih dan satwa liar lainnya akibat aktivitas perburuan yang dapat mengurangi populasi satwa di habitat alaminya.
Karena itu, Bupati mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya pelestarian lingkungan. Ia menekankan bahwa masyarakat Papua perlu mengambil peran aktif dalam menjaga kekayaan alamnya sendiri agar dapat dinikmati oleh generasi mendatang.
Sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pelestarian, Aner Maisini menyampaikan komitmen pemerintah daerah untuk mendorong kegiatan budidaya anggrek melalui kolaborasi dengan organisasi dan kelompok masyarakat.
Ia mengusulkan pengembangan taman atau halaman anggrek di lingkungan perkantoran, termasuk kawasan kantor bupati, sebagai salah satu langkah untuk memperkenalkan tanaman khas Papua kepada masyarakat dan pengunjung.

Menurutnya, keberadaan taman anggrek tidak hanya memperindah lingkungan, tetapi juga dapat menjadi sarana edukasi dan promosi keanekaragaman hayati Intan Jaya. Masyarakat dapat mengenal berbagai jenis anggrek sekaligus memahami pentingnya menjaga kelestarian tanaman tersebut.
Bupati juga mendorong LSM Cinta Anggrek Species Indonesia agar mengembangkan kegiatan yang berkelanjutan, termasuk pembudidayaan, pameran, dan promosi anggrek pada berbagai kegiatan di tingkat daerah, provinsi, nasional, hingga internasional.
Aner Maisini menilai bahwa anggrek spesies Papua memiliki potensi untuk memperkenalkan identitas dan kekayaan alam daerah kepada masyarakat luas. Jika dikelola secara bertanggung jawab, potensi tersebut dapat mendukung pengembangan ekowisata berbasis konservasi sekaligus membuka peluang kegiatan ekonomi bagi masyarakat lokal.

Ia berharap LSM Cinta Anggrek Species Indonesia dapat menjadi wadah bagi masyarakat untuk belajar membudidayakan anggrek, meningkatkan pengetahuan tentang konservasi, serta memperluas promosi kekayaan flora Papua. Namun, pengembangan potensi tersebut perlu berjalan seiring dengan perlindungan habitat alami dan penerapan praktik budidaya yang bertanggung jawab. Dengan demikian, upaya promosi tidak mengabaikan keberlanjutan keanekaragaman hayati.
Dalam kesempatan itu, Bupati secara khusus meminta Melince Tipagau bersama seluruh jajaran pengurus DPC LSM Cinta Anggrek Species Indonesia Kabupaten Intan Jaya untuk menjaga kekompakan dan menyusun program kerja yang jelas.
Ia menilai bahwa keberhasilan organisasi sangat bergantung pada komitmen pengurus dalam bekerja sama, membangun kemitraan, serta melibatkan masyarakat dalam berbagai kegiatan pelestarian.
Aner Maisini juga mengapresiasi kehadiran Sekretaris Jenderal DPP LSM Cinta Anggrek Species Indonesia, Widjaya Trisulo, beserta jajaran organisasi yang hadir di Papua Tengah untuk mendukung pelantikan dan pelatihan pengurus.
Bupati berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat kapasitas pengurus dalam menjalankan organisasi sekaligus meningkatkan kontribusi mereka terhadap pelestarian lingkungan di Kabupaten Intan Jaya.
Menutup sambutannya, Aner Maisini secara resmi membuka pelatihan pemberdayaan masyarakat LSM Cinta Anggrek Species Indonesia yang berlangsung pada 9–10 Oktober 2026.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Intan Jaya berharap terbangun kerja sama yang kuat antara pemerintah, organisasi masyarakat, dan warga untuk menjaga kekayaan hayati Papua, mengembangkan budidaya anggrek, serta memperkenalkan potensi alam Intan Jaya kepada generasi sekarang dan mendatang.













