BeritaDuniapolitik

PPI Hadir memberikan seminar Giat Seminar & Rekoleksi Bagi Kerawam Se-Keuskupan Timika

Share
PPI Hadir memberikan seminar Giat Seminar & Rekoleksi Bagi Kerawam Se-Keuskupan Timika

NEWS.BUSURNABIRE.ID – NABIRE. PPI (Perhimpunan Pemilih Indonesia) berikan seminat terkait Pemahaman Pengawasan Penyelenggaraan Pemilu Dan Advokasi Pemilih Dalam Pemilu 2024. Hal tersebut disampaikan Dalam Giat Seminar & Rekoleksi Bagi Kerawam Se-Keuskupan Timika yang dilaksanakan di Gedung KSP Nabire papua Tengah Sabtu 21/10/2023.

Dalam Seminar sesi kedua yang di hadiri juga oleh Ketua KPU Papua Tengah yang di wakilkan oleh Octavianus Takimai Angggota KPU Provinsi Papua Tengah Koordinator Devisi Sosialisasi dan Partisipasi Masyarakat dan ketua Bawaslu Papua Tengah, Marcus Madai. Serta Adriana Sahempa, S.PAK Koordinator PPI Prov Papua Tengah. dan seluruh undangan peserta seminar .

Adriana Sahempa, S.PAK Koordinator PPI Prov Papua Tengah saat menyampaikan seminar dengan judul Pemahaman Pengawasan Penyelenggaraan Pemilu Dan Advokasi Pemilih Dalam Pemilu 2024. Sebelum penyampaian seminar dengan judul tersebut Selaku Koordinator PPI Prov Papua Tengah menyampaikan dari awal Profil PPI (Perhimpunan Pemilih Indonesia) kesegenap peserta seminar yang hadir.

PPI Hadir memberikan seminar Giat Seminar & Rekoleksi Bagi Kerawam Se-Keuskupan Timika

Adriana Sahempa, S.PAK Koordinator PPI Prov Papua Tengah menyampaikan dalam seminar Dasar Hukum,Sosialisasi Pemilu, Pendidikan Politik, Fungsi Pengawasan Oleh Masyarakat, Mekanisme Penyelesaian Sengketa Proses Pemilu, Hingga Advokasi Pemilih,

Saat di wawancara awak media Adriana Sahempa mengatakan “Kita menyadari bahwasanya untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap kepemiluan dan demokrasi tersebut butuh kerjasama dari berbagai stackholder karena membangun kesadaran serta meningkatkan partisipasi masyarakat disetiap pemilihan serta pengawasan dan menjadi pemilu yang jurdil,” katanya.

Selama ini, sambungnya, kegiatan partisipasi masyarakat masih dipahami sebagai upaya mobilitas masyarakat untuk kepentingan pemerintah dan negara, padahal sebenarnya partisipasi idealnya masyarakat ikut serta dalam menentukan kebijakan pemerintah yang merupakan bagian kontrol masyarakat terhadap kebijakan pemerintah ,Hal senada di sampaikan saat seminar tadi.”Ucapnya Adriana.

Ada dua Situasi Terhadap Pemilih Dan Potensi Kecurangan  yaitu  Sudah Terdaftar Dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan Belum Terdaftar Dalam DPT,

Yang Sudah Terdaftar Dalam DPT terkadang dihalangi untuk tidak menggunakan hak pilihnya atau memilih calon tertentu di Tempat Pemungutan Suara (TPS)  (TEROR/INTIMIDASI),Surat Undang acak (TPS Acak) dibuat jauh dari bersangkutan , Ada mobilisasi serta politik uang ada pun yang belum terdaftar Dalam DPT secara faktual ada tapi di anggap tidak ada, pengkondisian pemilih untuk menangkan calon tertentu ini bisa terjadi ,mobilisasi pemilih antar dapil/antar kampung serta persoalan E KTP .

“Peran serta atau partisipasi masyarakat dalam politik adalah kegiatan seseorang atau sekelompok orang untuk ikut serta secara aktif dalam kehidupan politik, dengan jalan memilih pemimpin negara dan secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi kebijakan pemerintah,” paparnya

Adriana juga berpesan dengan kutipan (anugrah pata) “Biar kami tersenyum karena Pemilu ini, Karena pilihan kami itu yang jadi. Jangan biarkan kami sedih karena Pemilu ini. Karena pilihan kami hilang karena keserakahan dan ambisi.”Ucapnya.

Ketua Panitia Komisi Kerawam Teluk Cemderawasih Keuskupan Timika Marselus Gobay dalam wawancara awak media mengatakan pihaknya diberi rekomendasi dari Administrator Keuskupan Timika, Pastoir Marthen Ekowaibii Kuayo, Pr untuk melaksanakan ini dengan menghadirkan Uksup Jayapura, Mgr. Yanuarius Theofilus Matopai You untuk membawakan rekoleksi dengan tema Komisi Karawan menjangkau yang tidak dapat dijangkau oleh kerasulan Hiralki.

Ketua Panitia Komisi Kerawam Teluk Cemderawasih Keuskupan Timika Marselus Gobay
Ketua Panitia Komisi Kerawam Teluk Cemderawasih Keuskupan Timika Marselus Gobay

Tema ini di ambil karena  selama ini banyak orang awam Katolik tahu nama Kerawam tapi tidak tahu apa itu Kerawam dan apa itu tugasnya. Sehingga kami sudah menghadirkan Uskup Jayapura sebagai narasumber menjelaskan maksud tadi.

Lanjut mengatakan  kegiatan ini digelar agar para anggota Kerawam bisa merefleksikan tri tugas Kerawam Katolik dalam bidang sosial kemasyarakatan, politik dan pemerintahan dalam rangka menyambut tahun politik di tahun 2024 yang akan datang.

Ada pun seminar yang di gelar di sesi pertama seminar, tampil tiga pembicara tokoh Kerawam Keuskupan Jayapura dr. Aloysius Giyai, M.Kes yang saat ini menjabat Direktur RSUD Jayapura, Direktur SKP Keuskupan Timika Diakon Saul Wanimbo, dan pendiri ICAKAP di Tanah Papua Vitalis Yumte, S.Pd.,M.Ling.

di sesi kedua, panitia menghadirkan pembicara dari penyelenggara Pemilu yaitu anggota KPU Papua Tengah Octovianus Takimai, ketua Bawaslu Papua Tengah Markus Madai dan ketua Perhimpunan Pemilih Indonesia di Papua Tengah Andriana Sahempa.

Mereka Hadir untuk menjelaskan dan memberikan pengetahuan sisa tahapan penyelenggaraan Pemilu 2024, khususnya kepada anggota Kerawam juga yang juga sedang mencalonkan diri pada Pemilihan Legislatif, Kami berharap, peserta bisa mendapatkan materi dan informasi yang cukup, baik dari penyelenggara maupun dari tokoh Kerawam untuk menjelaskan aksi nyata dari Kerawam di manapun dia bekerja. Ini bentuk dari upaya kita menjaga kekompakkan, persatuan dan saling mendukung dalam menghadapi pesta demokrasi 2024 ini,” tegas Gobay.

Marselus Gobay berharap kegiatan ini berlanjut terus, kekompakan, kebersamaan semua Karawam yang ada di wilayah Keuskupan Timika tetap terjaga,serta diskusi komunikasi tetap dilanjutkan  agar kita benar benar mewujudkan apa Tri tugas Utama dalam kerasulan awam itu sendiri,”Tutupnya.

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may not copy the content of this page belonging to news.busurnabire.id