BeritaDuniaHukumPolriTNI

IPLR Mimika Mengutuk Keras Aksi Keji yang di lakukan KKB di Yahukimo dan Ilaga kab Puncak

Share

NEWS.BUSURNABIRE.ID – MIMIKA. Penyerangan yang diduga dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang mengakibatkan 7 korban meninggal dunia pada Senin (16/10/2023) yang lalu ┬áDi Yahukimo dan penyerangan Pekerja pembangunan Puskesmas Omukia , ilaga kabupaten puncak yang mengakibatkan meninggalnya satu orang dan tiga orang korban luka yang menjadi korban penyerangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pada Kamis (19/10/2023) sekitar pukul 14.30 WIT

Ulah kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang menyerang pekerja Tambang bertempat di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, dan penyerangan Pekerja pembangunan Puskesmas Omukia , ilaga kabupaten puncak yang mengakibatkan meninggalnya satu orang dan tiga orang Provinsi Papua Pegunungan mendapat kecaman dari banyak pihak.

Termasuk Ikatan Pemuda Luwu Raya (IPLR) Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah di mana menurut mereka kejadian yang menewaskan 7 orang warga sipil itu merupakan perbuatan keji.

Pernyataan tersebut di sampaikan oleh Awal eko sutrisno  selaku sekretaris Ikatan Pemuda Luwu Raya (IPLR) Kabupaten Mimika di Sekretariat IPLR Mimika Jumat 20/10/2023

 

Penyataan Sikap

Menyikapi aksi penyerangan terhadap warga/masyarakat sipil dalam waktu sepekan ini, yang mana dilakukan oleh kelompok bersenjata di wilayah Kabupaten Yahukimo dan Kabupaten Puncak, kami Ikatan Pemuda Luwu Raya (IPLR) Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah menyatakan sikap;

 

  1. Meminta aparat keamanan TNI-Polri menangkap para pelaku penyerangan yang menyebabkan warga kami meninggal dunia maupun mengalami luka-luka untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai dengan hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

  1. Mengingat selama ini sudah banyak warga kami yang menjadi korban kekerasan hingga meninggal dunia, kami meminta Pemerintah Daerah untuk memberikan jaminan keamanan melalui aparat keamanan TNI-Polri kepada warga kami terlebih para pekerja pembangunan infrastruktur milik pemerintah di wilayah pedalaman Papua.

 

  1. Terkait warga kami yang menjadi korban aksi kekerasan kelompok bersenjata, kami meminta pemerintah daerah setempat dapat memberikan dukungan berupa kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan korban dan keluarganya, mengingat pekerjaan yang dilakukan oleh para korban merupakan bentuk dari dukungannya terhadap pemerintah dalam hal membangun Papua.

 

Selain 3 poin pernyataan sikap kami, kami juga mengimbau kepada saudara-saudara kami secara umum warga Sulawesi Selatan yang saat ini bekerja mencari nafkah di wilayah pedalaman Papu;

 

  1. Untuk selalu waspada dalam kondisi apapun dan dapat membaca situasi keamanan ketika akan bekerja di wilayah pedalaman Papua.

 

  1. Sebelum menerima pekerjaan maupun akan bekerja di suatu tempat di wilayah pedalaman Papua, terlebih dahulu memastikan jaminan keamanannya oleh pemerintah setempat.

 

  1. Kepada kelompok bersenjata yang selama ini melakukan aksi kekerasan terhadap warga kami agar tidak menudingbatau mengklaim tanpa dasar bahwa mereka yang sudah menjadi korban kekerasan adalah intelijen atau mata-mata TNI-Polri sehingga harus dihabisi. Padahal warga kami hanya mencari nafkah dan untuk membantu rakyat Papua memperoleh pembangunan seperti halnya daerah-daerah lain di Indonesia.

 

Demikian pernyataan sikap dan imbauan dari kami IPLR Kabupaten Mimika. (red)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may not copy the content of this page belonging to news.busurnabire.id